Pendekatan Manajemen Risiko

Pendekatan Manajemen Risiko

Masalah Dengan Bagaimana Konsultan Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2015

Konsultan Iso

 

ISO 9001 mewajibkan organisasi mengidentifikasi dan merealisasikan kontrol yang efektif atas proses manajemen kualitasnya. Bisnis seringkali akan mengidentifikasi prosesnya di bawah kelompok khas laksana proses operasional, proses sokongan dan proses outsourcing. Secara kolektif kontrol yang dilaksanakan selama proses ini akan menyusun sistem manajemen bobot (SMM) mereka. Banyak Konsultan dan organisasi ISO 9001 mengerjakan penerapan kontrol proses QMS dengan teknik yang paling dangkal yang menghasilkan sistem yang tidak menyerahkan nilai untuk organisasi dan akibatnya masing-masing pengembalian ongkos investasi. Alasan utama mereka menemukan sertifikasi ialah untuk mengisi persyaratan kontrak pelanggan.

Tetapi ISO 9001 dapat mengerjakan jauh lebih tidak sedikit untuk sebuah organisasi andai diterapkan dengan teknik yang benar. Kontrol manajemen risiko yang efektif atas masing-masing proses SMM dan interaksi antar proses bisa menghasilkan penambahan besar dalam produktivitas dan bottom line organisasi.

Solusi: Jadi bagaimana teknik organisasi memakai manajemen risiko guna mengendalikan prosesnya?

Suatu proses seringkali mempunyai input, output dan kegiatan penambahan nilai. Masing-masing ciri khas proses ini menggunakan sekian banyak sumber daya. Sumber daya ini merangkum tenaga kerja, bahan, mesin dan peralatan, kemudahan dan lingkungan, metode, manajemen, dll. Sumber daya ini semuanya variabel dan bisa berisiko dalam pemakai annya.

Suatu organisasi mesti mengidentifikasi sifat dan tingkat risiko itu dan merealisasikan kontrol yang cocok atas risiko tersebut. Alat-alat laksana Fishbone analysis atau FMEA’s (Mode Kegagalan dan Analisis Efek) dapat dipakai untuk mengerjakan analisis risiko ini. Diskusi tentang teknik menggunakan perangkat analisis risiko ini akan di berikan ke tulisan lain.

Organisasi Anda mesti mempertimbangkan risiko yang berhubungan dengan variabel proses inilah dari sistem manajemen kualitas Anda.

Material

– Manajemen persediaan

– Inspeksi & Tes

– Standar & Spesifikasi

– Manajemen Pemasok

– Identifikasi & Ketertelusuran

– Pergantian & Pelestarian

Mesin

– Kemampuan, kapasitas & & teknologi

– Rekayasa & dukungan

– Peralatan inspeksi, pengukur & uji

– Alat, mati & perlengkapan

– Pemeliharaan & persediaan

– Tata letak peralatan

 

Baca Juga : Konsultan ISO Jakarta

 

Tenaga kerja

– Keterampilan, pengetahuan & pengalaman

– Pelatihan

– Tanggung jawab & Otoritas

– Pemberdayaan, Motivasi & Moral

– Staf yang memadai

– Kesehatan dan Keamanan

Lingkungan

– Bangunan & fasilitas

– Kontrol lingkungan

– HVAC dan utilitas lainnya

– Rumah tangga, kesehatan & keselamatan

– Pencahayaan, kualitas udara & kebisingan

– Tindakan terpaksa / darurat

Metode

– Sistem & Prosedur

– Inspeksi & Tes

– Rencana Kualitas & Kumpulan Periksa

– Instruksi kerja

– Tagihan penciptaan / perakitan

– Teknologi / otomasi / robotika

– perangkat empuk operasional dan administrasi

– Alur proses

– FMEA & kontrol proses

– Gambar & cetak biru

 

Baca Juga : Manfaat Konsultan : ISO 9001

Pengukuran

– Tujuan / pelacakan / review / peningkatan

– Standar / kode / peraturan

– Spesifikasi / toleransi / kriteria / toleransi

– Data operasional / statistik / SPC

– Efisiensi & efektivitas

– Kepuasan pelanggan

– Penandaan Bench

Pengelolaan

– Kepemimpinan & Perencanaan

– Kebijakan & Tujuan

– Komitmen & keterlibatan

– Organisasi & sumber daya

– Tindak lanjut & ulasan

– Komunikasi

Cara Menggunakan Variabel Proses QMS Ini:

– Tentukan variabel sumber daya mana yang berlaku untuk masing-masing proses yang diidentifikasi dalam SMM Anda.

– Tentukan kombinasi kontrol mana yang berlaku guna variabel proses itu – proses input, output atau kegiatan penambahan nilai.

– Terapkan kontrol yang sudah Anda identifikasi dan verifikasi keefektifannya.

 

Kesimpulan :

Artikel ini menyerahkan tinjauan singkat untuk memakai pendekatan manajemen risiko guna secara efektif merealisasikan ISO 9001: 2015 dalam sebuah organisasi. Perlu dikenang bahwa ISO 9001 ialah alat manajemen bisnis. Jadi guna yang kita dapatkan dari menggunakannya secara langsung sehubungan dengan seberapa efektif kita menggunakannya. Pendekatan manajemen risiko ialah cara yang paling ampuh untuk memakai ISO 9001 guna secara efektif mengendalikan bisnis kita dan mendapat guna secara signifikan dalam urusan kepuasan pelanggan dan profitabilitas.

About the author

erliyana efendi editor

2 Comments so far

Hubungan Organisasi dan Stakeholder ISO 27001 – Dinamika ConsultingPosted on2:07 pm - Oct 17, 2019

[…] BACA JUGA :Pendekatan Manajemen Risiko […]

ISO 9001 : 2015 l Konsultan ISO Balikpapan – Dinamika ConsultingPosted on2:58 pm - Oct 18, 2019

[…] Baca Juga : Pendekatan Manajemen Risiko  […]

Comments are closed.

WhatsApp chat